Janganlagi tertarik membicarakan tentang bagaimana jadi kaya. Karena kaya itu baunya saja sudah pengap dengan bau nafsu,” papar Aa Gym mengingatkan. “Tentu saja tidak dilarang kalau kita mau menjadi kaya dengan niat, upaya dan penggunaan yang baik dan benar. Tetapi, sebetulnya masing-masing kita juga sudah ada garisnya. Mantradan Doa Saya menggantikan kata mantra dengan doa, hal ini jelas alasannya. Bagi orang yang mengaku seorang Kejawen, tetapi mereka mengatakan doanya sebagai mantra, dapat dipastikan bahwa mereka, secara sengaja atau tidak sengaja terpengaruh oleh kelompok/golongan, yang ingin mendiskriditkan atau memutarbalikan fakta, sehingga Kalaudemikian apa yang seharusnya menjadi tujuan hidup manusia di dunia ini dan apakah tujuan utama hidup orang Kristen di dunia ini? Tujuan Hidup Orang Kristen Rick Warren dalam bukunya The Purpose Driven Life , menjelaskan bahwa tujuan hidup orang Kristen jauh lebih besar daripada prestasi pribadi, karier, ambisi, ketenangan pikiran, bahkan cash. Gadget, health, education, otomotifI. Pengertian DoaKamus Besar Bahasa Indonesia memberikan definisi doa sebagai permohonan harapan, permintaan, pujian kepada Sedangkan berdoa artinya adalah mengucapkan memanjatkan doa kepada Berarti doa adalah suatu permohonan yang ditujukan kepada Allah yang di dalamnya ada pujian, harapan, dan Murray menulis, “DOA adalah salah satu sarana dan salah satu hasil persatuan dengan Kristus. Sebagai sarana itu sangat penting. Semua hal tentang iman, permohonan, keinginan atau kerinduan setelah penyerahan yang lebih penuh, pengakuan kekurangan dan dosa, di mana jiwa melepaskan diri dan melekat pada Kristus, ditemukan dalam doa.” Jadi doa adalah persekutuan pribadi yang erat dengan Tuhan dan memperluas kerajaan Allah di dalam dunia ini. Persekutuan itu bukan sekedar mistik tanpa kata. Doa adalah percakapan sekaligus perjumpaan dengan DOA BAGI ORANG KRISTEN Simon Chan menyatakan, “Doa adalah tanda kehidupan iman.” Seluruh kehidupan orang Kristen dapat digambarkan sebagai kehidupan doa.” Dalam institutio, John Calvin menyatakan bahwa,“doa adalah suatu penghubung antara manusia dengan Allah. Meskipun Allah telah memberikan janji-Nya, namun Ia menghendaki agar umat-Nya meminta di dalam doa.” Selain itu, doa juga menjelaskan betapa lemah umat-Nya dalam menghadapi kehidupan, sehingga mereka perlu terus menerus memohon pertolongan-Nya. Karena itu, sudah semestinya setiap orang percaya senantiasa berdoa karena itulah yang dikehendaki oleh Tuhan Lukas 181; 1Tesalonika 517;Efesus 618. Doa bukanlah aturan atau juga kewajiban yang Tuhan bebankan kepada orang percaya melainkan kehendak atau keinginan Tuhan. Jika doa merupakan aturan yang harus dilakukan setiap orang percaya maka orang percaya berdosa jika tidak berdoa. Mengabaikan doa adalah kebodohan besar yang bisa dilakukan orang Kristen. Hal ini bukanlah soal dosa atau bukan, tapi merupakan kerugian besar karena berkat rohani yang Tuhan sediakan kepada orang yang berdoa sangatlah besar. Bounds menyatakan “Doa adalah kekuatan mengagumkan yang ditempatkan oleh Tuhan yang Mahabesar di tangan orang-orang kudus-Nya, yang digunakan untuk mencapai tujuan besar dan meraih hasil-hasil yang tak biasa. Doa menjangkau segalanya, menyentuh semua hal besar dan kecil yang Tuhan janjikan bagi anak lain dari mengapa orang Kristen harus berdoa adalah, karena adanya kebutuhan Yakobus 42. Alasan ini bukanlah yang terutama. Namun demikian, Tuhan memperbolehkan orang percaya untuk meminta atau memohon sesuatu berkaitan dengan kebutuhannya dalam doa. Orang percaya tidak harus malu meminta sesuatu kepada Tuhan melalui doa, asalkan permintaan itu bukan untuk memenuhi kepuasannya. Dengan berdoa menunjukkan ketidakberdayaan dan kebergantungan pada kuasa Tuhan. Ketika orang percaya berdoa dengan sungguh-sungguh, hatinya sedang mengharapkan belas kasih Allah. Doa yang sejati hanya mungkin dipanjatkan oleh setiap orang yang mengakui ketidakmampuan dirinya dan kesanggupan Allah dalam memberkatinya. Dengan berdoa, orang percaya membangun komunikasi dengan Tuhan, sehingga akan semakin mengenal Tuhan, semakin bersandar pada-Nya dan semakin bergantung pada pengenalan akan Tuhan melibatkan pemahaman akan kebenaran Alkitab, oleh karena itu doa tidak boleh dipisahkan dengan kebenaran Alkitab. Karena sebagaimana komunikasi menjadi efektif jika berjalan dua arah, maka Tuhan berbicara melalui FirmanNya, sementara orang percaya berbicara kepada Tuhan melalui doa. Sebagai pengikut Kristus atau murid Kristus, orang percaya menjadi sasaran atau target utama Iblis. Setan akan melakukan segala macam cara untuk menghancurkan orang percaya tanpa ampun. Itu sebabnya, Tuhan sangat menginginkan agar orang percaya berdoa demi kebaikannya, agar terhindar dari jerat iblis 1 Petrus 58, Lukas 2231-32, Efesus 612-13, 18. Firman Tuhan dalam Yesaya 556 menyatakan, "Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!".Tuhan Yesus juga mengajarkan lewat sebuah perumpamaan supaya murid-murid-Nya tidak jemu- jemu berdoa. Lukas 181. 1 Tesalonika 517 berkata, "Tetaplah berdoa." Yohanes 1415. Jadi, mengapa orang percaya harus berdoa karena Firman Allah yang memerintahkan untuk berdoa. Doa adalah perintah Allah dan disertai janji Allah. Allah yang memerintahkan untuk berdoa adalah Allah yang berjanji akan mengabulkan doa dan permohonan yang disampaikan kepada-Nya. Mazmur 50 15 “Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan,Aku akan meluputkan engkau,dan engkau akan memuliakan Aku”. Dalam Matius 77-8 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah maka kamu akan mendapat; ketoklah,maka pintu akan dibukakan kepadamu. Karena setiap orang yang meminta, menerima,dan setiap orang yang mencari, mendapat,dan setiap orang yang mengetok,baginya pintu Untuk Berdoa Alkitab tidak saja mengajarkan agar umat Tuhan bertekun di dalam doa, tetapi juga memerintahkan supaya mereka melakukannya “di dalam Roh Kudus.” Misalnya, perintah ini sangat jelas di dalam surat Paulus kepada jemaat Tuhan di Efesus. Ia mengatakan “Berdoalah setiap waktu di dalam Roh Kudus” Efesus 618.Kata “setiap waktu” Yunani pantote memiliki kesetaraan dengan kata “terus menerus” atau “selalu” Yunani adialeptos di dalam 1 Tesalonika 5 hal ini Leon Morris menjelaskan “Doa dilakukan “setiap waktu” dan “di dalam Roh Kudus.” Rasul Paulus tidak memandang doa sebagai tindakan yang dilakukan sesekali, tetapi tindakan yang dilakukan secara terus menerus. Tidak ada waktu di mana doa tidak pantas bagi orang percaya”. Dengan kata lain, pemakaian kata “setiap waktu” menegaskan bahwa berdoa dilakukan secara tekun atau terus menerus. Matthew Henry menyatakan, “Kasih yang Tuhan berikan kepada kita semestinya membuat kita berikan kembali kepada-Nya dengan sukacita. Jadi, kita harus terus berdoa, dan melihat dengan seluruh ketekunan. Mengetahui bahwa Tuhan menyukai ketekunan kita, seharusnya mendorong kita untuk tekun dalam berdoa.” Namun demikian doa siapa yang didengar Tuhan? Dalam Alkitab, ditulis bahwa 1. Tuhan mendengar doa orang benar Ayat-ayat yang tercatan dalam Yakobus 516, Mazmur 3416,18. Amsal 1529, ini tidak mengatakan bahwa seseorang harus menjadi benar dulu dalam perbuatan atau kelakuan kemudian Tuhan mendengar doa. Orang benar dalam ayat ini menunjuk pada identitas seseorang di dalam Kristus. Ketika orang berdoa menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka secara otomatis Allah membenarkan orang tersebut. Orang itu terhitung benar karena imannya di dalam Yesus. Jadi, secara posisi atau kedudukan, orang berdosa yang bertobat adalah orang benar atau orang kudus. Bila yang Tuhan maksudkan, orang benar itu adalah orang yang berhasil hidup benar, maka doa-doa yang dinaikkan kemungkinan besar sulit dijawab karena untuk menjadi benar dalam karakter sungguh-sungguh sulit dan hal tersebut terjadi melalui proses. 2. Tuhan mendengar doa orang yang taat kepada firman Allah Ketaatan adalah bukti bahwa seseorang sungguh mengasihi Tuhan. Ketidaktaatan adalah sikap pemberontakan yang dibenci Tuhan. Tuhan mendengar doa orang yang bersedia taat pada kebenaran Alkitab, dengan kata lain ketidaktaatan adalah penghalang doa dijawab. Yohanes 157. Arti kata taat adalah senantiasa tunduk kepada Tuhan, pemerintah yang ada di dunia adalah bagian atau bukti dari iman. Bisa saja ketaatan didasarkan atas motivasi tertentu, tetapi tidak ada cara lain untuk mewujudkan iman kecuali dengan ketaatan. Alkitab menjelaskan orang yang hidup dalam ketaatan sebagai wujud iman mereka. Mereka sedia membayar harga untuk sebuah ketaatan, seperti Abraham, Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Namun pada sisi lain, Alkitab juga berbicara tentang ketidaktaatan dan akibatnya, seperti Saul, Yunus dan banyak raja-raja Israel. Seringkali manusia tidak menyadari dan berusaha menghindari harga yang harus dibayar untuk semua ketaatan, padahal ia harus membayar harga yang jauh lebih mahal resiko untuk sebuah ketidaktaatan. I Petrus 118-19 menjelaskan bahwa setiap orang percaya ditebus dengan darah yang mahal, yaitu darah Anak Domba Allah Yesus untuk membayar harga dosa karena ketidaktaatan. III. Syarat-Syarat Bagi Doa Yang Dikabulkan Oleh Tuhan Adapun syarat bagi doa yang dikabulkan oleh Tuhan adalah berdoa dengan iman Ibrani 116., memiliki hati yang bersih Mazmur 6619, kudus dalam kehidupan sehari-hari 2 Tawarikh 714., berdoa menurut kehendak Allah. 1 Yohanes 514-15, tinggal tetap di dalam Kristus Yohanes 157, benar di hadapan Allah “TUHAN itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya” Amsal 1529 dan juga Yakobus 516b. Penghalang sehingga doa tidak didengar dan dijawab oleh Allah adalah karena dosa dan kejahatan atau kefasikan dan kejahatan manusia menjadi tembok pemisah diantaramanusia dengan Allah. Dosa dan kejahatan yang menyebabkan Allah tidak menjawab dan mengabulkan doa Yesaya 591- 3. Torrey menyatakan, “Dosa merupakan hal yang mengerikan, dan salah satu hal paling mengerikan darinya adalah menghalangi doa, caranya memutuskan hubungan kita dengan Sumber segala rahmat, kekuatan dan berkat.” Firman Allah menyatakan dosa adalah pelanggaran hukum Allah. Dan semua kejahatan adalah dosa. Jadi kalau tidak melakukan dan menaati melanggar segala perintah-Nya dan melakukan apa yang tidak berkenan kepada-Nya, berarti dosa dan melakukan kejahatan. “Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.”1 Yohanes 34. “Semua kejahatan adalah dosa, tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut”. 1 Yohanes 517. Ada juga beberapa contoh mengapa doa yang tidak dijawab Tuhan Doa yang goyah Yakobus 1 6-7; Doa pamer Matius 6 5; Doa berulang dan bertele-tele Matius 6 7; Doa egois Yakobus 4 3; Doa yang salah arah 1 Raja-raja 18 26-29 dan Doa tanpa Iman Matius 17 19-20. IV. Sikap Berdoa Bagaimanakah orang Kristen seharusnya berdoa? Apakah ada waktu dan cara atau ritual tertentu seperti yang dilakukan oleh agama lain? Setiap orang yang percaya dan mempercayakan hidupnya kepada Tuhan tentu akan berdoa karena ia tahu tanpa Tuhan, ia bukanlah siapa-siapaSalah satu keunikan lagi dari John Calvin ketika berbicara mengenai berdoa, bahwa Calvin mengajukan empat peraturan dan atau syarat dalam berdoa. Keempat peraturan ini diberikan supaya orang percaya memiliki suatu sikap yang berdoa yang baik. Keempat syarat itu, yaitu pertama dengan mengatakan bahwa doa yang dipanjatkan haruslah di dalam suatu sikap hormat kepada Allah dengan sepenuh hati. Di dalamnya Calvin mengajak orang percaya untuk datang dengan penuh persiapan yang sepatutnya untuk berdoa supaya nanti datang tidak melantur dan supaya benar-benar dalam hati. Oleh sebab itu, Calvin mengatakan bahwa ketika datang berdoa, jangan biarkan lidah itu mendahului hati sehingga menghasilkan kata-kata yang kosong. Karena itu, Calvin mengajak untuk “mengatur pikiran dan hati supaya layak melakukan percakapan dengan Allah.” Serta merangkai kata dengan “cermat dan sepatutnya.” kedua sebagai kerinduan dan kebutuhan yang disampaikan dengan tulus. Karena itu, Calvin menentang orang-orang yang berdoa selalu diulang-ulang, yang semakin menunjukkan betapa ketidak tulusan dalam berdoa atau ketidak sungguhan berdoa. Artinya, di dalam berdoa, orang percaya sudah seharusnya memiliki ketulusan di hadapan Allah termasuk dalam memohon pengampunan, sudah sepatutnya orang percaya datang berdoa dengan keinginan yang tulus dan penuh rasa penyesalan kepada ketiga yang Calvin ajukan adalah adanya Kerendahan hati dan pertobatan. Di dalamnya, orang percaya ketika datang ke hadapan Allah benar-benar meninggalkan segala keyakinan akan kemuliaannya sendiri dan bahwa menganggap dirinya penting. Sama seperti yang pernah diungkapkan di atas, bahwa dengan sikap kerendahan hati ini, orang percaya dalam berdoa diajarkan untuk menundukkan diri kepada Allah seutuhnya dan menggantungkan diri kepada Allah. Karena itu selalu datang kepada Allah dengan sikap rendah hati bahwa diri ini tidak dapat melakukan apa-apa dan bahwa diri ini hanya seorang peminta-minta kepada yang berdiri di hadapan Allah untuk berdoa … harus meninggalkan segala pikiran tentang kemuliaan diri sendiri. Hal ini seperti diajarkan oleh Tuhan Yesus yang berdoa dengan menyatakan, ”jadilah kehendak-Mu.” Salah satu tujuan doa adalah membawa hati untuk percaya ada kebijaksanaan-Nya, bukan kebijaksanaan diri sendiri. keempat Calvin mengajukan bahwa doa itu harus penuh dengan pengharapan dan keyakinan yang tak menegaskan hal ini dengan mengungkapkan bahwa doa yang diperkenan Allah adalah itu semata-mata adalah doa yang didasarkan pada keyakinan pengharapan yang tak tergoyahkan... ”Cara yang pantas untuk berdoa itu mencurahkan hati kepada Allah, jujur dan terbuka dengan Allah, karena Dia mengenal lebih dari manusia mengenal dirinya sendiri. Bawa permohonan doa kepada Allah dengan mengingat bahwa Allah mengetahui apa yang terbaik. Ia tidak akan mengabulkan permohonan yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Ungkapkan kasih, rasa terima kasih dan penyembahan kepada Allah dalam doa tanpa kuatir mengenai mengucapkan kata-kata yang tepat. Allah lebih tertarik dengan isi hati daripada kelancaran kata-kata yang puitis. Yang paling dekat sebagai “pola” doa dalam Alkitab itu Doa Bapa Kami dalam Matius 69- 13 tercakup di dalamnya penyembahan, percaya kepada Allah, permintaan, pengakuan dosa, dan penaklukan diri. Calvin berpendapat, Allah dapat mendengar dan menjawab segala doa dari siapapun, bahkan dari orang-orang yang tidak berdoa dengan iman kepada Yesus. Allah kerap mendengar dan menjawab seruan orang-orang miskin yang teraniaya bahkan ketika mmereka sedang berdoa kepada sebentuk illah palsu. Ini dapat terjadi karena Allah adalah Allah yang penuh anugerah. Berdoa “di dalam nama Yesus” diajarkan dalam Yohanes 1413-14, “Dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." Berdoa “di dalam nama Yesus” berarti berdoa dengan otoritas Yesus dan minta kepada Allah Bapa untuk menjawab doa orang percaya karena ia menghadap Bapa dalam nama anak-Nya, Yesus Kristus. Berdoa “di dalam nama Yesus” artinya datang kepada Allah dalam doa secara sadar percaya kepada Kristus untuk keselamatan dan penerimaan Allah terhadap manusia yang berdosa. Berdoa “di dalam nama Yesus” berarti sesuai dengan kehendak Allah dan berdoa untuk hal-hal yang menghormati dan memuliakan Yesus. V. Isi Doa Di dalam 1 Timotius 21 ditulis, “Pertama-tama aku menasihatkan Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang” dan kemudian dilanjutkan dengan lebih spesifik pada ayat ke 2, “untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.” Hal ini berkenan kepada Allah, Juruselamat kita ayat 3, “Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita” yang memiliki tujuan kekal yaitu, “yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” ayat 4.Alkitab mencatat mengenai siapa saja yang perlu didoakan oleh orang percaya. 1. Yang terhilang Roma 10 1; Matius 9 36-38 2. Para Penguasa 1 Timotius 2 2; 1 Petrus 2 13-17 3. Orang sakit Yakobus 5 13-15; Kisah Para Rasul 28 8 4. Musuh-musuh kita Matius 5 43-48 Lukas 6 27-28; Roma 12 20-21 5. Orang Kristen Efesus 116; 618; 2 Timotius 1 3; Kolose 1 3; 1 Korintus 1 4; 1 Tesalonika 1 2 6. Proklamator Injil 2 Tesalonika 3 1-2; Kolose 4 2-4; Kisah Para Rasul 429; 12 5; 13 3 7. Contoh Yesus berdoa tertulis dalam Yohanes 17 yang pertama, ayat 1-5, Berdoalah untuk diri sendiri...Yesus lakukan "Muliakanlah Aku sekarang, Bapa". Kedua, Berdoalah untuk diselamatkan ayat 6-19 "Yang telah Engkau berikan kepadaku" dan ketiga, Berdoalah untuk yang terhilang ayat 20-26 "agar dunia percaya". Allah pasti dan selalu menjawab doa orang percaya. Jawaban doa yang Allah berikan ada 3 yaitu ya, tunggu dan tidak. VI. KesimpulanDoa merupakan tindakan menggerakkan tangan Tuhan untuk mengerjakan mujizat. Benteng-benteng iblis akan dihancurleburkan lewat doadoa yang dinaikkan. Iblis akan sangat gemetar dan ketakutan jika ada orangorang yang berdoa kepada Tuhan. Sekalipun doa itu dinaikkan oleh anak-anak Tuhan yang paling lemah. Sebab pada saat orang percaya berlutut dan berdoa, iamemiliki kuasa untuk menyerang iblis dan menghancurkan bentengbentengnya. Itu sebabnya orang percaya menjadi ancaman yang serius bagi kerajaan bukan untuk memaksakan kehendak manusia kepada Tuhan. Tuhan Yesus dalam Matius 77 mengatakan, "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu." Tetapi ayat itu tidak terhenti sampai di situ. Pada ayat 11 Tuhan Yesus juga mengatakan, "Bapamu yang di sorga akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta-Nya." Yang baik tidak selalu itu yang diminta oleh orang percaya, dan yang diminta belum tentu itu yang baik. Jadi memang tidak selalu doa orang percaya dikabulkan. Dalam Alkitab juga ada beberapa doa yang tidak terkabul. Tuhan telah menawarkan untuk memberikan jawaban doa bagi anakanakNya mereka yang telah menerima-Nya dan mengikuti-Nya. Dia meminta anak-anaknya untuk menyerahkan setiap masalah, kekuatiran kepadaNya didalam doa dan Dia akan bertindak sesuai dengan kehendak-Nya. Ketika berada dalam kesulitan dan menyerahkan semuanya kepada-Nya maka akan menerima damai sejahtera dari-Nya sekalipun keadaan tidak mendukung. Dasar dari pengharapan pada-Nya adalah iman atas karakter Tuhan itu sendiri. Semakin orang percaya mengenal-Nya, semakin mudah untuk mempercayaiNya dan semakin yakin serta rindu untuk bersekutu dengan-Nya. BACA JUGA TEOLOGI DOA DAN BERDOA UNSUR , PENTINGNYA DAN HASIL DOADoa seringkali tidak melepaskan orang percaya dari masalah, tetapi doa dapat memberi kekuatan untuk menghadapi masalah itu. Paulus tetap harus hidup dengan penyakit dan kelemahan fisiknya, tetapi ia mampu menjalaninya dengan tegar, tidak tenggelam atau hanyut dalam keputusasaan. Tuhan Yesus tetap harus melewati jalan perderitaan, via dolorosa, tetapi berkat doa Dia dapat melaluinya dengan hati teguh dan dalam penyerahan diri kepada Allah Bapa-Nya di sorga. Doa adalah perintah Allah dan disertai janji Allah. Allah yang memerintahkan untuk berdoa adalah Allah yang berjanji akan mengabulkan doa dan permohonan setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam doa. Seperti yang tertulis dalam Mazmur 5015, "Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan,Aku akan meluputkan engkau,dan engkau akan memuliakan Aku" juga dalam Matius 77-8, "Mintalah,maka akan diberikan kepadamu; carilah maka kamu akan mendapat;ketoklah,maka pintu akan dibukakan kepadamu. Karena setiap orang yang meminta, menerima,dan setiap orang yang mencari, mendapat,dan setiap orang yang mengetok,baginya pintu dibukakan." Allah menginginkan agar setiap umat-Nya berdoa dan hal ini pun diajarkan oleh Tuhan Yesus telah mengajarkan kepada para murid-Nya agar mereka berbicara kepada Bapa di surga saat mereka berdoa. Berdoa ialah berbicara dengan Bapa yang di surga. Ini merupakan persekutuan dengan Allah. "Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu" Yakobus 48a. Tuhan sangat senang saat anak-Nya berbicara dengan Dia dalam doa. Inilah alasan utama mengapa orang percaya harus berdoa yaitu karena Allah menginginkan orang percaya untuk berdoaBACA JUGA DOA SYARAT-SYARAT, MACAM-MACAM DAN SIKAP TUHANSetiap orang percaya dituntut untuk berdoa untuk melewati perjalanan kehidupan rohaninya. Yesus berkata bahwa orang percaya dapat meminta kepada Bapa Surgawi segala sesuatu yang butuhkan, termasuk pada saat di mana ia dicobai oleh Iblis dan jatuh ke dalam dosa, maka ia harus berdoa dan meminta Tuhan agar melepaskannya dari pencobaan tersebut. Jika orang percaya jatuh dalam dosa, maka ia hanya bisa diampuni jika ia mau mengakui dosa kepada Tuhan lewat doa. "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." 1 Yohanes 19. Allah turut campur tangan dalam mengatasi persoalan atau mewujudkan impian atau keinginan orang percaya. Tanpa Allah tidak mungkin keinginan dan rencana manusia dapat tercapai. Amsal 1921 mengatakan, “Banyaklah rencangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.” Ini menunjukan bawa manusia tidak berkuasa untuk mencapai apa yang diingini. Dalam Amsal 163 dikatakan, “Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu.” Jelas sekali hubungan kedua ayat ini. Rancangan manusia tanpa diserahkan kepada Tuhan tidak akan terlaksana. Apapun itu keinginan hati kita,dapat diuatarakan kepada Allah di dalam doa-doa dan pasrahkan semuanya dalam tangan kuasa Allah, maka Tuhan akan ORANG KRISTEN ARTI, WAKTU, SYARAT, SIKAP DAN ISI Oleh Saudara Zhang Liang Tahukah Anda cara berdoa orang Kristen yang benar? Tahukah Anda bagaimana berdoa dengan hati Anda agar didengar oleh Tuhan? Apakah doa Anda sejalan dengan kehendak Tuhan? Beberapa saudara-saudari belajar dari beberapa contoh doa orang Kristen; beberapa mempelajari cara doa orang Kristen. Teks berikut ini akan memberi tahu Anda tiga prinsip, dan membantu Anda memahami bagaimana seharusnya orang Kristen berdoa sehingga Tuhan akan mendengar. Isi 1. Dalam Doa, Apakah Engkau Berbicara kepada Tuhan Secara Terbuka, Memercayakan kepada-Nya Pikiran-Pikiranmu yang Sebenarnya? 2. Apakah Engkau Berdoa untuk Menerapkan Firman Tuhan dan Meraih Pertumbuhan dalam hidupmu? 3. Apakah Engkau Berdoa untuk Mencari Pemahaman atas Kehendak Tuhan dan untuk Menjadi Kesaksian bagi-Nya? 1. Dalam Doa, Apakah Engkau Berbicara kepada Tuhan Secara Terbuka, Memercayakan kepada-Nya Pikiran-Pikiranmu yang Sebenarnya? Sering kali, kita memperhatikan hal-hal detail seperti panjangnya doa atau kata-kata kita, atau bahkan kita berusaha menunjukkan tekad kita kepada Tuhan melalui kata-kata yang terdengar menyenangkan, tetapi kita jarang benar-benar membuka hati kita kepada Tuhan. Contohnya, kita biasa mengatakan "Tuhan, aku akan mengasihi-Mu, mengorbankan diriku bagi-Mu, dan seberapa pun besarnya bahaya atau kesulitan yang kualami, aku tidak akan menyerah. Aku akan mengikuti-Mu sepanjang umur hidupku!" Atau, "Tuhan, firman-Mu adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku, aku akan menaati firman-Mu dalam segala hal yang kulakukan, dan memenuhi kehendak-Mu!" Namun, ketika dihadapkan pada kesukaran dan kemunduran, atau ketika berbagai kesulitan muncul di rumah, kita sering tidak dapat menerapkan firman Tuhan dan kita tidak punya keinginan untuk memenuhi keinginan-Nya. Kita bahkan salah memahami Tuhan, mengeluh tentang Tuhan, kehilangan motivasi, juga mengkhianati dan berjalan menjauh dari-Nya. Bahwa kita berperilaku seperti ini dalam situasi-situasi praktis membuktikan kurangnya ketulusan dalam doa kita kepada Tuhan, sebaliknya doa kita hanyalah membual dan melontarkan kata-kata kosong yang terdengar indah dalam upaya untuk menyenangkan Tuhan. Doa kita juga bertujuan membuat orang lain mengagumi kita, membuat Tuhan dan orang-orang melihat bahwa kita mengasihi Tuhan dan setia kepada-Nya, tetapi pada kenyataannya, doa kita dipenuhi dengan kemunafikan dan tipu daya. Pada dasarnya, semua itu adalah upaya untuk membodohi dan menipu Tuhan. Bagaimana mungkin kita berharap Tuhan mendengar doa-doa semacam ini? Yesus pernah menyampaikan perumpamaan ini "Dua orang pergi ke bait suci untuk berdoa; yang satu orang Farisi, dan yang lainnya pemungut cukai. Orang Farisi berdiri dan berdoa demikian dengan dirinya sendiri, 'Tuhan, aku berterima kasih, bahwa aku tidak seperti orang lain, pemeras, tidak adil, pezina, atau bahkan seperti pemungut cukai ini. Aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan perpuluhan dari semua yang kumiliki.' Dan pemungut cukai itu, sambil berdiri jauh-jauh, tidak mau mengangkat matanya menatap surga, tetapi memukul dadanya, berkata, 'Tuhan, kasihanilah aku orang berdosa.' Aku berkata kepadamu, orang ini dan seisi rumahnya dibenarkan daripada yang satunya karena setiap orang yang meninggikan dirinya akan direndahkan; dan yang merendahkan dirinya akan ditinggikan" Lukas 1810-14. Tidaklah sulit untuk melihat bahwa orang Farisi itu berdoa dengan cara yang sombong, tampaknya ia tidak menyadari dosa-dosanya sendiri, ia memamerkan diri sendiri atas dasar perbuatan baiknya yang penuh kepura-puraan. Dia dengan mementingkan dirinya sendiri memamerkan kesetiaannya kepada Tuhan, mengatakan hal-hal yang kedengarannya indah kepada Tuhan, memamerkan dirinya di hadapan Tuhan sambil meremehkan si pemungut cukai pemungut pajak. Doa yang munafik seperti itu tidak akan pernah bisa dipuji oleh Tuhan. Doa pemungut cukai itu tulus, secara terbuka mengakui dosa-dosanya kepada Tuhan, mengakui bahwa dia seorang berdosa, dan mengungkapkan penyesalannya. Dia juga menunjukkan kesediaannya untuk bertobat kepada Tuhan, dan memohon belas kasihan Tuhan. Melihat ketulusan dalam doanya, Yesus memuji doa pemungut cukai itu. Perumpamaan Yesus memberi tahu kita bahwa Tuhan membenci penggunaan kata-kata yang kosong dan menyombongkan diri, atau kata-kata yang mengenakkan telinga untuk menjilat Tuhan atau menipu-Nya. Tuhan ingin agar kita mengungkapkan hati kita yang sejujurnya dan menyampaikan pikiran kita yang sebenarnya, mengucapkan kebenaran, berkomunikasi dengan Tuhan dengan tulus. Tuhan Yesus berkata, "Ketika penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran karena Bapa mencari penyembah yang seperti itu. Tuhan adalah Roh dan mereka yang menyembah Dia harus menyembah Dia dalam roh dan kebenaran" Yohanes 423-24. Dan bagian lain dari firman Tuhan adalah "Standar terendah yang Tuhan tuntut dari manusia adalah mereka dapat membuka hati mereka kepada-Nya. Jika manusia memberikan isi hatinya yang sesungguhnya kepada Tuhan dan mengatakan yang sebenarnya ada dalam hatinya kepada Tuhan, Tuhan bersedia bekerja di dalam diri manusia; Tuhan tidak menginginkan hati manusia yang bengkok, melainkan hati yang murni dan tulus. Jika manusia tidak sungguh-sungguh menyampaikan isi hatinya kepada Tuhan, Tuhan tidak menjamah hati manusia, atau bekerja di dalam dirinya. Dengan demikian, hal yang paling penting dalam berdoa adalah mengucapkan isi hatimu yang tulus kepada Tuhan, memberi tahu Tuhan tentang kelemahan atau watak pemberontakmu dan sepenuhnya membuka dirimu kepada Tuhan. Hanya setelah itu Tuhan akan tertarik pada doa-doamu; jika tidak, Tuhan akan menyembunyikan muka-Nya darimu" "Tentang Penerapan Doa". Dari sini kita dapat melihat bahwa kita harus terbuka dan tulus kepada Tuhan, memberitahukan kepada-Nya pikiran kita yang terdalam dan kebenarannya, katakan kepada Tuhan tentang keadaan dan masalah kita yang sebenarnya, dan carilah bimbingan Tuhan. Hanya dengan demikian Tuhan akan mendengar doa-doa kita. Ketika kita berdoa, kita dapat mengatakan kepada Tuhan tentang kesulitan dan penderitaan yang kita hadapi dalam hidup kita, dan mencari kehendak Tuhan. Atau kita dapat datang di hadapan Tuhan dan membuka diri kepada-Nya tentang pelanggaran kita atau kerusakan apa pun yang telah kita ungkapkan setiap hari. Seperti inilah berdialog secara tulus dengan Tuhan dalam segala hal. Seperti ketika kita sering merasa tergila-gila dengan dunia ini dan ingin mengikuti tren masyarakat, terobsesi dengan kesenangan duniawi, dan kita tidak bisa membuat pikiran kita tenang di hadapan Tuhan, kita dapat berdoa kepada Tuhan "Tuhan! Aku mendapati bahwa aku tidak mengasihi kebenaran di dalam hatiku, tetapi selalu memikirkan dunia yang memesona di luar sana. Bahkan ketika berada dalam kebaktian, dalam doa, atau membaca firman-Mu, aku tidak dapat menenangkan pikiranku. Aku ingin meninggalkan daging, tetapi aku merasa tidak berdaya untuk melakukannya. Tuhan! Kumohon Roh-Mu menggerakkan hatiku yang mati rasa ini, memberiku iman dan kekuatan untuk mengatasi godaan Iblis dan membuat hatiku tenang di hadapan-Mu." Setelah beberapa kali berdoa dengan tulus seperti ini, Roh Kudus akan membimbing dan menuntun kita untuk melihat bahwa mengikuti tren sosial akan membuat kita hidup dalam dosa dan menjadi semakin jauh dari Tuhan. Roh Kudus juga akan menyentuh kita, dan memberi kita hati yang penuh kasih akan kebenaran. Kita kemudian akan dapat meninggalkan daging dengan cara-cara yang nyata, dan mengatasi godaan dan rayuan Iblis—ini adalah hasil yang dapat kita capai dengan berbicara dari hati dalam doa kepada Tuhan. Namun, jika kita tidak membuka hati kita kepada Tuhan dalam doa, sebaliknya berusaha untuk menjilat Tuhan dan menipu-Nya dengan menggunakan kata-kata yang mengenakkan telinga, Tuhan tidak akan mendengar doa kita dan tidak akan menyentuh hati kita. Kita tidak akan mampu membedakan atau mengatasi godaan Iblis dan mau tidak mau akan mengikuti tren yang jahat, semakin menjauh dari Tuhan dan dirugikan oleh Iblis. Karena itu, jika kita ingin doa kita didengar oleh Tuhan, kita harus terbuka dan jujur di hadapan-Nya. Inilah langkah pertama yang harus kita lakukan. 2. Apakah Engkau Berdoa untuk Menerapkan Firman Tuhan dan Meraih Pertumbuhan dalam hidupmu? Setelah dirusak Iblis, kita dipenuhi watak rusak yang jahat seperti Iblis; kita egois, serakah, bengkok, menipu, dan hanya memikirkan kepentingan kita sendiri. Dalam semua hal, kita menempatkan keuntungan pribadi di atas segalanya dan bahkan dalam iman, kita menginginkan kasih karunia dan berkat yang semakin banyak dari Tuhan. Sebagian besar saudara-saudari percaya bahwa karena kita percaya kepada Tuhan, Dia akan memberkati dan memberi kepada kita kasih karunia, dan apa pun yang kita minta dari-Nya, Dia akan menyediakannya. Kita sering memohon dan berdoa kepada Tuhan untuk manfaat ragawi seperti sembuh dari penyakit, memberi kita kedamaian di rumah, atau mengizinkan anak-anak kita mendapatkan pekerjaan yang baik. Ketika kita menikmati kasih karunia-Nya, kita dengan sangat gembira memuji-Nya, tetapi ketika Dia tidak menjawab doa-doa kita seperti yang kita inginkan, kita mengeluh tentang Dia. Pernahkah engkau memikirkan apakah terus-menerus berdoa kepada Tuhan untuk kepentingan daging kita sendiri adalah persekutuan yang benar dengan Tuhan, apakah itu adalah ibadah kita yang sejati kepada-Nya? Jawabannya adalah tidak. Doa-doa semacam ini hanyalah upaya untuk mendapatkan berkat dari Tuhan; doa-doa ini menuntut berbagai hal dari-Nya dan berusaha agar Dia bertindak sesuai dengan kehendak kita sendiri. Itu tidak memperlakukan Dia sebagai Tuhan. Doa-doa semacam ini hanya dapat membangkitkan kemarahan Tuhan, dan Dia tidak mendengarnya. Sebagai orang Kristen, kita tidak seharusnya hanya mencari berkat bagi daging kita atau berupaya agar Tuhan melimpahkan lebih banyak kasih karunia dan berkat bagi kita. Itu karena hal-hal ini hanya memungkinkan kita menikmati keberuntungan duniawi yang sekilas, tetapi tidak membantu kita bertumbuh sedikit pun dalam kehidupan. Doa-doa itu juga tidak dapat membantu kita mencapai ketaatan yang sejati maupun sikap yang takut akan Tuhan. Doa dan permohonan kita haruslah lebih berfokus pada pemahaman kita akan kebenaran, bagaimana menerapkan firman Tuhan, dan bertumbuh dalam kehidupan kita. Hanya doa semacam ini yang sejalan dengan kehendak Tuhan. Tuhan Yesus berkata, "Dan janganlah mencari apa yang akan engkau makan, atau apa yang akan engkau minum, dan hendaklah engkau tidak bimbang. Sebab semua hal ini dikejar oleh bangsa-bangsa di dunia dan Bapamu tahu bahwa engkau membutuhkan hal-hal ini. Namun, carilah kerajaan Tuhan; dan semua hal ini akan ditambahkan kepadamu" Lukas 1229–31. "Rohlah yang menghidupkan; daging tidak menghasilkan apa-apa segala perkataan yang Aku katakan kepadamu adalah roh dan kehidupan" Yohanes 663. Kehendak Tuhan adalah agar kita menerapkan dan menghidupi firman-Nya, dan melalui firman-Nya memperoleh kebenaran dan kehidupan sehingga kita dapat mencapai keselarasan dengan Tuhan dan pada akhirnya dapat masuk ke dalam kerajaan-Nya. Oleh karena itu, doa kita harus dipusatkan di seputar bagaimana menerapkan dan mengalami firman-Nya; dengan cara ini, Dia akan menuntun kita dalam menjalani pekerjaan-Nya, kita akan terus memahami semakin banyak kebenaran, dan kita akan dapat menghidupi firman Tuhan. Pikirkan bagaimana kita semua sering berdusta dan melakukan hal-hal yang menipu demi melindungi reputasi, status, kekayaan, atau kepentingan kita sendiri. Kita tahu betul bahwa semua ini adalah dosa, tetapi kita tidak dapat menghentikan diri kita untuk berbuat dosa. Bahkan seandainya kita tidak berdusta dengan kata-kata kita, di dalam hati, kita memperhitungkan apa yang harus dikatakan untuk melindungi nama baik, keuntungan, dan kedudukan kita sendiri, dan apa yang harus kita lakukan agar kepentingan kita tidak dikorbankan. Ketika kita menyadari bahwa kita memiliki dorongan untuk berdusta atau melakukan sesuatu yang tidak jujur, kita harus menghadap Tuhan dan berdoa, "Ya Tuhan! Aku telah melihat bahwa aku tidak mampu mencapai kesederhanaan dan kejujuran seorang anak, melainkan tetap tidak dapat menghentikan diri dari berdusta atau menipu. Jika aku terus seperti ini, Engkau pasti akan membenciku. Tuhan! Aku benar-benar membutuhkan keselamatan-Mu—kumohon Engkau menuntunku untuk menjadi seorang yang jujur, dan jika aku berdusta atau menipu lagi, kumohon Engkau mendisiplinkan diriku." Setelah mempersembahkan doa seperti ini, ketika kita sekali lagi memiliki keinginan untuk berbohong demi kepentingan kita sendiri, kita akan merasakan teguran Roh Kudus di dalam diri kita. Kita akan menyadari dengan jelas bahwa Tuhan menuntut kita untuk menjadi orang yang jujur, dan Dia bersukacita dan memberkati orang-orang yang jujur. Kita tidak boleh berdusta demi menegakkan kepentingan kita sendiri, karena itu menjijikkan bagi Tuhan. Setelah kita menyadari semua ini, kita akan dapat meninggalkan motif licik dari hati kita, mencari kebenaran dari kenyataan, dan berbicara jujur. Dengan selalu melakukan seperti ini, sebelum mengetahuinya, dusta kita akan semakin berkurang, dan kita akan bisa masuk ke dalam realitas kebenaran dalam menjadi orang yang jujur, selangkah demi selangkah. Ini adalah buah dari doa untuk pertumbuhan dalam kehidupan. Tuhan Yesus berkata "Dan Aku berkata kepadamu Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka engkau akan menemukan; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Siapa yang mencari akan mendapat, siapa yang mengetuk, baginya pintu akan dibukakan" Lukas 119-10. Jelas, asalkan kita berdoa kepada Tuhan untuk memahami kebenaran dan kemampuan untuk menerapkan firman Tuhan, dan kita memperlakukan jalan masuk ke dalam kebenaran dengan sangat serius, Tuhan akan membimbing kita untuk memahami kebenaran dan masuk ke dalam realitas kebenaran, dan kita akan mampu bertumbuh dalam kehidupan rohani kita sedikit demi sedikit. 3. Apakah Engkau Berdoa untuk Mencari Pemahaman atas Kehendak Tuhan dan untuk Menjadi Kesaksian bagi-Nya? Dalam hidup, terkadang kita menghadapi masalah yang tidak sejalan dengan gagasan kita, seperti masalah di tempat kerja atau di rumah, atau kita bahkan mungkin dihadapkan dengan semacam bencana. Ketika hal-hal ini terjadi, kebanyakan dari kita meminta Tuhan untuk mengambil lingkungan yang tidak menyenangkan ini dan memberi kita damai sejahtera dan kebahagiaan. Meskipun kita bekerja keras atau bahkan melepaskan relasi dan pekerjaan kita untuk melayani Tuhan, jika kita menemukan sesuatu seperti penyakit parah, kita tidak dapat menenangkan diri dan mencari kehendak Tuhan, dan berdoa agar kita dapat memberikan kesaksian dan memuaskan Tuhan. Sebaliknya, kita berdoa kepada Tuhan, memohon kepada-Nya agar menyembuhkan penyakit kita agar kita dapat terbebas dari siksaan penyakit sesegera mungkin. Ketika Tuhan mengabulkan permintaan kita, kita berterima kasih dan memuji-Nya, tetapi ketika Dia tidak membuat kita sehat, kita berkecil hati dan kecewa terhadap Tuhan; kita hidup dalam kenegatifan, mengeluh tentang Dia dan kita bahkan memiliki dorongan untuk tidak lagi melakukan upaya apa pun bagi-Nya. Kita dapat melihat dari sini bahwa kita terlalu terpikat pada kepentingan daging kita sendiri; di dalam hati, kita tidak mencintai atau ingin memuaskan Tuhan. Kita sering membuat permintaan yang tidak masuk akal dalam doa-doa kita, mengajukan tuntutan kepada-Nya dengan cara yang mementingkan diri sendiri dan tercela agar Dia melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Kita sama sekali tidak menyembah Sang Pencipta dari kedudukan yang sepantasnya sebagai makhluk ciptaan. Mengapa Tuhan mau mengindahkan doa seperti itu? Lalu bagaimana kita harus berdoa agar sejalan dengan kehendak Tuhan? Firman-Nya mengarahkan kita ke jalan itu "Ketika engkau menghadapi kesulitan, bergegaslah berdoa kepada Tuhan 'Ya, Tuhan! Aku ingin memuaskan-Mu, aku ingin menanggung kesusahan ini sampai akhir untuk memuaskan hati-Mu, dan betapa pun besarnya rintangan yang aku hadapi, aku harus tetap memuaskan-Mu. Sekalipun aku harus menyerahkan seluruh hidupku, aku harus tetap memuaskan-Mu!' Dengan tekad ini, tatkala berdoa seperti ini, engkau akan dapat berdiri teguh dalam kesaksianmu" "Hanya Mengasihi Tuhan-lah yang Berarti Sungguh-Sungguh Percaya kepada Tuhan". "Engkau merana di dalam, dan penderitaanmu telah mencapai titik tertentu, tetapi engkau tetap bersedia datang di hadapan Tuhan dan berdoa, mengucapkan 'Ya, Tuhan! Aku tidak dapat meninggalkan Engkau. Walaupun ada kegelapan dalam diriku, aku ingin memuaskan Engkau; Engkau menyelami hatiku, dan aku ingin Engkau menanamkan lebih banyak kasih-Mu dalam diriku'" "Hanya dengan Mengalami Pemurnian Manusia Dapat Sungguh-Sungguh Mengasihi Tuhan". Ketika kesulitan menimpa, kita harus mencari kehendak Tuhan dan berdoa agar kita dapat menjadi kesaksian dan memuaskan Tuhan. Kita juga harus memiliki tekad untuk mengasihi dan memuaskan Tuhan, dan bersedia menanggung penderitaan fisik jika itu berarti menjadi kesaksian bagi Tuhan daripada berdoa demi kepentingan kita sendiri. Hanya doa semacam inilah yang sejalan dengan kehendak Tuhan, dan ini juga berarti memiliki jenis hati nurani dan akal sehat yang seharusnya kita miliki sebagai makhluk ciptaan. Sebagai contoh, Ayub kehilangan semua harta benda dan anak-anaknya melalui ujian yang ia hadapi dan dia sendiri menderita bisul dari kepala sampai ujung kaki; dia menderita rasa sakit emosional dan fisik yang luar biasa. Namun dia tidak mengeluh kepada Tuhan tentang mengapa Tuhan membiarkannya mengalami semua ini, dia juga tidak meminta Tuhan untuk menghilangkan penderitaannya. Sebaliknya, dia terlebih dahulu tunduk dan berdoa untuk mencari kehendak Tuhan. Dia menyadari bahwa semua yang dimilikinya tidak diperoleh melalui kerja kerasnya sendiri, tetapi telah dianugerahkan kepadanya oleh Tuhan; apakah Tuhan memberi atau mengambil, sebagai makhluk ciptaan kita tentu saja harus tunduk pada aturan dan pengaturan Tuhan. Kita tidak boleh memiliki tuntutan apa pun terhadap Tuhan, atau keluhan apa pun. Inilah akal sehat yang seharusnya kita miliki sebagai manusia. Ayub berkata "Dengan telanjang aku keluar dari rahim ibuku, dengan telanjang aku juga akan kembali ke situ Yahweh yang memberi, Yahweh juga yang mengambil; terpujilah nama Yahweh" Ayub 121 Ayub akhirnya menjadi kesaksian yang kuat bagi Tuhan dengan mengandalkan sikap hormatnya, ketaatannya, dan imannya kepada Tuhan. Kita harus belajar dari teladan Ayub dan ketika menjumpai sesuatu yang tidak sesuai dengan gagasan kita, terlebih dahulu kita harus menenangkan diri di hadapan Tuhan dan bergegas berdoa untuk mencari kehendak Tuhan, dan berdoa agar kita dapat memberi kesaksian dan memuaskan Tuhan. Inilah aspek paling penting dalam penerapan kita. Dengan cara ini, Tuhan dapat membimbing kita; Dia dapat memberi kita iman dan kekuatan untuk membantu kita melalui segala rintangan yang mungkin kita hadapi, agar kita dapat berdiri teguh dalam kesaksian kita di tengah berbagai ujian. Inilah tiga prinsip doa yang harus dipahami oleh orang Kristen yang benar-benar percaya kepada Tuhan. Dengan menguasai tiga prinsip ini, doa-doa kita selalu didengar Tuhan dan kita semakin dekat kepada Tuhan. Syukur kepada Tuhan atas pencerahan-Nya. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kesulitan dalam iman Anda, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui WhatsApp atau Messenger. Kami ada di sini untuk Anda. Anda juga dapat mengunduh dan menginstal aplikasi Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, di mana Anda dapat menemukan berbagai jenis buku, artikel, lagu-lagu pujian, dan karya film secara gratis. Dengan kontennya yang beraneka ragam, aplikasi Gereja Tuhan Yang Mahakuasa akan membantu membimbing Anda untuk mengikuti jejak langkah Anak Domba dan menikmati makanan dari air kehidupan.

apa arti orang berdoa menjadi orang benar